Ekonomi Pancasila

Ekonomi adalah sistem aktivitas manusia yang berhubungan dengan produksi, distribusi, pertukaran, dan konsumsi barang dan jasa. Kata “ekonomi” sendiri berasal dari kata Yunani οἶκος (oikos) yang berarti “keluarga, rumah tangga” dan νόμος (nomos), atau “peraturan, aturan, hukum,” dan secara garis besar diartikan sebagai “aturan rumah tangga” atau “manajemen rumah tangga.” Sementara yang dimaksud dengan ahli ekonomi atau ekonom adalah orang menggunakan konsep ekonomi dan data dalam bekerja. Ilmu yang mempelajari ekonomi disebut sebagai ilmu ekonomi.

Perekonomian di Indonesia terkenal dengan sistem ekonomi pancasila sebagaimana pancasila dijadikan dasar dari ekonomi serta undang-undang dasar 1945 di jadikan sebagai landasannya.

Sistem Ekonomi Pancasila memiliki empat ciri yang menonjol, yaitu :

1. Yang menguasai hajat hidup orang banyak adalah negara / pemerintah. Contoh hajad hidup orang banyak yakni seperti air, bahan bakar minyak / BBM, pertambangan / hasil bumi, dan lain sebagainya.

2. Peran negara adalah penting namun tidak dominan, dan begitu juga dengan peranan pihak swasta yang posisinya penting namun tidak mendominasi. Sehingga tidak terjadi kondisi sistem ekonomi liberal maupun sistem ekonomi komando. Kedua pihak yakni pemerintah dan swasta hidup beriringan, berdampingan secara damai dan saling mendukung.

3. Masyarakat adalah bagian yang penting di mana kegiatan produksi dilakukan oleh semua untuk semua serta dipimpin dan diawasi oleh anggota masyarakat.

4. Modal atau pun buruh tidak mendominasi perekonomian karena didasari atas asas kekeluargaan antar sesama manusia.

sebagaimana ciri-ciri diatas tersebut merupakan bunyi dari ayat-ayat dari undang-undang dasar 1945. Perkembangan ekonomi Pancasila sendiri pun di Indonesia belum begitu pesat, karena sebagian pelaku usaha kebanyakan masih menggunakan sistem ekonomi yang konvensional, contohnya saja dalam memberikan upah kepada buruh, para pelaku usaha hanya memberikan upah yang kecil kepada buruh akan tetapi menggunakan sumber daya alam sebesar-besarnya. Ini sangat bertentangan sekali dengan sistem perekonomian pancasila yang dimana sumber daya alam digunakan untuh mensejahterakan orang banyak, bukan invidu ataupun kelompok. Pemerintah sendiri pun seharusnya selalu mengawasi perekonomian jangan hanya politik yang terus menerus dipikirkan, tanpa ekonomi maka rakyat akan sengsara dan menderita. Sistem perekonomian yang buruk dapat menyebabkan terjadinya kesenjangan sosial yang disebabkan oleh naiknya harga-harga barang sedangkan upah tidak naik.

Peran pemerintah dan rakyat Indonesia sangat penting dalam membangun dan menjaga sistem perekonomian pancasial agar lebih kokoh sehingga dapat mensejahterakan masyarakat luas pada umumnya.

Sumber :

http://alumni1pleret.forumotion.net/t4-pengertian-ekonomi

http://organisasi.org/ciri-ciri-sistem-ekonomi-pancasila-di-indonesia-belajar-sambil-browsing-internet

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: